Willy Sudiarto Raharjo: Latest CUPS and Canon Problem Fixed

Today, i wanted to print something, but i noticed the printer is not responding to my request. It seems the latest CUPS in -Current has made some changes so that it didn't detect my printer anymore (it's a major upgrade after all). I have tried to remove my printer and re-adding it again, but i'm stuck with this error message: Bad device-uri "cnij_usb:/dev/usb/lp0"!

When i read this thread in LQ, i realized that i didn't have the same problem (the problem in LQ did happened on my workstation at my office where i got a blank paper instead of a text). So, i searched for solution on the Internet and i got to Gentoo BugZilla which said about cnijfilter-common 3.00 package. Mine is 2.7.0 which i got from official repository of Canon.

I searched the Internet and got this package (3.00) from Canon Asia Support and i converted it to tgz using rpm2tgz application provided in Slackware and i removed the old cnijfilter-common package and install this new package. Next, i restarted my CUPS service and i'm able to get my printer working again after re-adding it again.

The correct device URI is supposed to be cnijusb:/dev/usb/lp0 which is fixed with the latest cnijfilter-common package.

I hope this helps when you encounter a problem with Canon printers and you are using CUPS 1.4.x.

Willy Sudiarto Raharjo: Minor Kernel Tweak

Pat has just updated two kernel packages in -Current to improve it's compatibility and also upgraded libarchive to 2.8.0. It's a small updates, but this should fix some problems with the huge kernel after the introduction of XOrg and 2.6.33 few days ago.

Multimedia pada openSUSE 11.2

Multimedia openSUSE 11.2

Sebagian besar kebutuhan pokok seorang pengguna komputer adalah multimedia, misalnya musik atau film. Tanpa hal tersebut, hidup ini terasa hampa :-D . Akan tetapi seperti kebanyakan linux, misalnya openSUSE dan distro-distro lain, dukungan untuk beberapa format multimedia tidak dapat disertakan karena proprietary mereka dipatenkan, atau biasa disebut sebagai Restricted Formats. Beberapa format itu di antaranya adalah MP3, MPEG-4, DVD, dll. Dengan demikian kita perlu sedikit melakukan konfigurasi agar format-format tersebut dapat kita nikmati.


Caranya tidak terlalu susah, cukup tambahkan repository packman lalu install:
- Menambahkan repository packman :

# zypper ar http://packman.jacobs-university.de/suse/11.2/ packman-Germany

packman-Germany : nama paket repository, ini bisa diubah sesuai keinginan kita.

- Mencari paket codec

# zypper se codec
New repository or package signing key received:
Key ID: 45A1D0671ABD1AFB
Key Name: PackMan Project (signing key) <packman@links2linux.de>
Key Fingerprint: F8875B880D518B6B8C530D1345A1D0671ABD1AFB
Repository: packman-Germany

Do you want to reject the key, trust temporarily, or trust always? [r/t/a/?] (r):

Ketikkan huruf “t” (tanpa tanda petik), bahwa kita percaya (trust) dengan sign key tersebut.

Building repository 'packman-Germany' cache [done]
Loading repository data...
Reading installed packages...

S | Name                      | Summary                                                      | Type
--+---------------------------+--------------------------------------------------------------+-----------
| jakarta-commons-codec     | Implementations of common encoders and decoders              | package
| k3b-codecs                | A Universal CD and DVD Burning Application Build Environemnt | package
| k3b-codecs-debuginfo      | Debug information for package k3b-codecs                     | package
| kde3-k3b-codecs           | MP3 Encoding and Video Decoding/Encoding Plugins             | package
| kde3-k3b-codecs-debuginfo | Debug information for package kde3-k3b-codecs                | package
| libAtlasCodecs-0_6-1      | Shared library for Atlas protocol                            | package
| libavcodec52              | Ffmpeg libavcodec                                            | package
| libxine1-codecs           | Xine plugins for watching DVDs, DivX and more                | package
| opensuse-codecs-installer | Cross platform codec installation for openSUSE               | package
| w32codec-all              | Win32 and other binary Codecs                                | package
| w32codec-all              | Win32 and other binary Codecs                                | srcpackage

- Install paket-paket format multimedia.

# zypper in kde3-k3b-codecs libxine1-codecs libavcodec52 w32codec-all

Problem: nothing provides libvcdinfo.so.0 needed by libxine1-codecs-1.1.18.1-1.pm.36.1.i586
Solution 1: do not ask to install a solvable providing libxine1-codecs
Solution 2: break libxine1-codecs by ignoring some of its dependencies

Choose from above solutions by number or skip, retry or cancel [1/2/s/r/c] (c):

Ketikkan pilihan 2 agar dependensi yang dibutuhkan terpenuhi sehingga paket-paket bisa diinstall dengan sempurna.

Tunggulah sampai instalasi selesai, selanjutnya kita bisa menikmati format restricted multimedia yang awalnya tidak bisa kita jalankan.


Pelatihan Linux

LUGU akan melakukan pelatihan linux, yang rencananya diselenggarakan di PTIK Unhas, tanggal 13 maret jam 10.

Materi pelatihan linux meliputi :
- instalasi
- konfigurasi
- multimedia
- aplikasi tambahan
- troubleshooting

Fasilitas ;
- sertifikat
- modul
- lunch

Biaya kontribusi : Rp. 50.000,-

Willy Sudiarto Raharjo: Security Update: Firefox

A new security update for older Slackware version has been released. Firefox has been upgraded to 3.0.18. No new activities in -Current, but bash-completion package which was shown on the Changelog is now ready to be downloaded in the repository. It seems that Pat may have forgotten to put them on the public mirrors big grin

Cara Mendaftar di Milis Lugu

Anda dapat mendaftar di milist lugu dengan cara :

# mengakses milist lugu di yahoo grous

http://groups.yahoo.com/group/lugu/

# Mengirim email kosong ke :

lugu-subscribe@yahoogroups.com

setelah mengirim email kosong ke
lugu-subscribe@yahoogroups.com , anda akan mendapatkan email konfirmasi. silahkan membalas email konfirmsi tersebut sebagai konfirmasi registrasi ana di milis Lugu.

Terima Ksih

LUGU (Linux USer Group Ujung Pandang)

http://makassar.linux.or.id

email : makassar.linux[at]gmail.com

plurk / twitter : mkslinux

Willy Sudiarto Raharjo: Security Update: Thunderbird

Another updates coming through today with one security update related to Thunderbird. Other packages gets rebuild due to upgrade on curl and many other packages. This batch also introduce fixes for mesa, bash-completion, and gnuplot.

Here's the latest -Current development:
Sat Mar 6 06:46:22 UTC 2010
a/aaa_elflibs-13.013-i486-4.txz: Rebuilt.
Updated libcurl.so.4.2.0.

d/git-1.7.0.1-i486-1.txz: Upgraded.

l/apr-1.3.9-i486-1.txz: Upgraded.

l/apr-util-1.3.9-i486-2.txz: Rebuilt.

l/raptor-1.4.21-i486-1.txz: Upgraded.

n/alpine-2.00-i486-3.txz: Rebuilt.

n/autofs-5.0.5-i486-1.txz: Upgraded.

n/curl-7.20.0-i486-1.txz: Upgraded.

n/dirmngr-1.0.3-i486-2.txz: Rebuilt.

n/gnupg-1.4.10-i486-1.txz: Upgraded.

n/gnupg2-2.0.14-i486-2.txz: Rebuilt.

n/gpgme-1.2.0-i486-1.txz: Upgraded.

n/httpd-2.2.14-i486-2.txz: Rebuilt.

n/libassuan-1.0.5-i486-1.txz: Upgraded.

n/libgcrypt-1.4.5-i486-1.txz: Upgraded.

n/libksba-1.0.7-i486-1.txz: Upgraded.

n/php-5.2.13-i486-1.txz: Upgraded.

n/pinentry-0.8.0-i486-1.txz: Upgraded.

x/mesa-7.7-i486-2.txz: Rebuilt.
Recompiled with an upstream fix for a crash in driNewRenderbuffer().
Thanks to David Houlden for the bug report.

x/xf86-input-penmount-1.4.1-i486-1.txz: Upgraded.

x/xf86-video-ati-6.12.5-i486-1.txz: Upgraded.

xap/gnuplot-4.2.6-i486-1.txz: Rebuilt.
This was compiled with the wrong $ARCH.
Thanks again to Mikhail Zotov for spotting the problem.

xap/mozilla-thunderbird-3.0.3-i686-1.txz: Upgraded.
This upgrade fixes some more security bugs.
For more information, see:
http://www.mozilla.org/security/known-vulnerabilities/thunderbird30.html
(* Security fix *)

extra/bash-completion/bash-completion-1.1-noarch-2.txz: Rebuilt.
Patched to recognize bash-4.

Dedhi Purnama: unixtoolbox

tanya siapa? Satu lagi nih gan ada ebook yang lumayan keren lah buat referensi belajar.Mulai dari yang paling sederhana semacam Basic Command, mengenai Sistem, Network, Programming dll. Langsung aja edot ===> unixtoolbox… Basic basic command, dari yang paling sederhana mengenai sistem, network, Shell Script, Programming, dll. Dijamin ga nyesel download nih ebook. Penjelasan mengenai command command di teeminal [...]

Jan Peter: Curhat 1: Membangun Semantik dengan Menggunakan Ontologi

tanya siapa?

Ini adalah curhat saya. Maaf kalau mulai dari ini bahasanya amburadul dan kotor. (more…)

Fakhrul Rijal: Berbagi Pentingnya Migrasi

tanya siapa?

Artikel ini diketik dengan harapan dapat memberikan sedikit petunjuk mengenai strategi melakukan migrasi MS Windows ke Linux, terutamanya dalam hal Aplikasi Office dan File Server.

Latar belakang:

Mengapa membuang ratusan juta rupiah untuk lisensi bila tersedia solusi lisensi lain seharga Nol rupiah?

Semua manajemen perusahaan sudah saatnya sadar bahwa di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, segala bentuk penghematan sebisa mungkin harus dilakukan. Dan juga kita ketahui, selama beberapa tahun terakhir ini Microsoft Indonesia dan rekannya BSA (Business Software Alliance) gencar mengejar-ngejar perusahaan di Indonesia untuk membayar lisensi atas penggunaan produknya.

Hal ini memang tidak dapat kita salahkan dan memang merupakan hak mereka sebagai pemegang hak cipta aplikasi tersebut. Namun seperti yang kita ketahui, lisensi paling murah dari MS Office basic yang hanya meliputi Word, Excel, dan Powerpoint adalah sekitar $150 dollar (atau Rp. 1,5 juta). Kalau misalkan sebuah perusahaan memiliki 10 PC, maka dia harus membayar sekitar Rp. 15 juta. Belum lagi lisensi OSnya seperti WinXP yang sekitar $140 dollar. Berarti total harga adalah sekitar Rp. 3 juta per PC, dikali 10 berarti Rp. 30 juta. Belum lagi lisensi servernya, CAL (client access license), dll. Bagi perusahaan menengah yang memiliki sekitar 100-300 PC, biayanya bisa mencapai milyaran rupiah!

Namun tentu saja, migrasi ini tidak semudah yang kita bayangkan. Perusahaan tetap perlu menimbang cost and benefit yang ada. Oleh karena itu, strateginya adalah:

  • Melakukan analisa penggunaan PC dan aplikasinya secara detail atas seluruh PC yang ada. Disini kita mesti melakukan inventory atas aplikasi-aplikasi apa saja yang selama ini digunakan.
  • Mana PC yang hanya digunakan untuk fungsi-fungsi administratif seperti mengetik, spreadsheet, dll.
  • Mana PC yang dipakai untuk menjalankan aplikasi tertentu. Aplikasi apa saja itu, platform dan bahasa pemrograman apa yang digunakan, dll.
  • Kemudian kita melakukan analisa deployment coverage. Di dalam analisa ini, kita melakukan penelitian terhadap seluruh PC yang ada.

Berdasarkan analisa di atas, kita buatkan juga analisa biayanya untuk kita persentasikan ke manajemen. Tentu alangkah baiknya bila seluruh PC dapat kita migrasi 100%, tapi dari pengalaman, hal ini sulit dicapai karena biasanya ada beberapa fungsi dari perusahaan yang sudah/sementara ini terlanjur terikat dengan produk Microsoft atau propietary lainnya. Menyedihkan memang.

Namun begitu, berdasarkan pengalaman, masih ada beberapa analisa yang harus dilakukan demi keberhasilan proses migrasi ini, yaitu:

  1. Perlu di test lebih mendalam lagi sampai sejauh mana kompabilitas aplikasi-aplikasi tersebut berjalan di dalam environment dosemu dan samba. Sebab tentunya sangat beragam fungsi-fungsi yang ada di dalam sebuah aplikasi, dan mungkin saja ada yang tidak berjalan dengan baik.
  2. Perlu diperiksa lagi sampai sejauh mana penggunaan fitur-fitur yang spesifik milik MS Office yang digunakan oleh user di dalam dokumen officenya. Sebab walaupun OpenOffice telah dapat mengakomodasi sebagian besar fungsi dan fitur dari MS Office, tetap saja tidak 100% compatible. Bila ternyata kita menemukan fungsi-fungsi yang tidak berjalan di OpenOffice, maka kita mesti memikirkan solusinya, apakah memang tidak dapat dilakukan sama sekali di OpenOffice, ataukah OpenOffice telah dapat melakukannya namun mesti dari file yang murni native dalam format OpenOffice.
  3. Dan yang tentunya tidak kalah pentingnya adalah melakukan backup terlebih dahulu terhadap semua file yang akan dipakai. Sehingga ketika sewaktu-waktu ditemukan masalah, maka versi awalnya masih ada.
  4. Hal terakhir yang saya alami juga penting adalah, memberikan pengertian kepada user, mengapa migrasi ini dilakukan. Berikan penjelasan yang dapat diterima user, dan juga bimbinglah dan sertai user di dalam menggunakan aplikasi yang baru tersebut.
  5. Berikanlah contoh perbandingan yang dapat dilihat langsung oleh user, misalnya untuk print di MS Office kita kan buka menu ini dan ini…, nah di OpenOffice kita bukanya menu ini dan ini…

Demikianlah kira-kira strategi atau lebih tepatnya pengalaman yang dapat saya bagi di dalam melakukan migrasi dari MS Windows ke solusi OpenSource atau GNU/Linux.

Semoga Bermanfaat.

©2010 Silakan kunjungi Layar Kosong untuk menanggapi, TerimaKasih.

.